Wednesday, July 31, 2013

Wali Nanggroe, Kok Hilang Selama Ramadhan ? Kemanakah Anda ?


Pengamat Aceh Muhajir : Wali Nanggroe, Kok Hilang Selama Ramadhan ? Kemanakah Anda ?

* Malik Mahmud yang telah dinobatkan sebagai Wali Nanggroe Aceh oleh mayoritas kekuatan politik lokal yang sekarang sedang leading di Aceh. Kemana gerangan Wali Nanggroe selama Ramadhan. kok tidak pernah menjadi penceramah? Kok tidak menjadi imam shalat? sakitkah beliau? Atau ada apa? Tegar Muhajir Juli.

Saya hampir lupa bila Aceh sudah punya Wali Nanggroe yang aturan hukumnya sudah dibuat dalam bentuk Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe.

Pertanyaan itu menucul karena sejatinya sebagai seorang yang telah dinobatkan sebagai “Wali” bagi Aceh, sosok Malik Mahmud merupakan manusia yang layak ditempatkan melebihi wibawa gubernur, Wabup, ketua DPR Aceh, bahkan alim ulama sekalipun. Sebab pangkat kewalian yang disandang oleh yang mulia Malik Mahmud merupakan sebuah gelar yang sangat luar biasa sekali.

Sebagai pribadi, saya juga berharap bila dalam Bulan Ramadhan ini, Malik Mahmud lebih banyak menghabiskan waktunya ditengah-tengah rakyat Aceh. Baik itu sebagai imam shalat, penceramah maupun pemberi ketenangan dan berperan sebagai refrigerator ditengah polemik bendera Bintang Bulan yang semakin tidak sehat saja.

Bahkan saya pernah berjanji dengan diri sendiri, bila pada suatu hari panitia tarawih atau Jumat Mesjid Raya Baiturrahman memberikan kesempatan kepada yang Mulia Malik Mahmud untuk menjadi imam atau penceramah/pengkhotbah, maka selama saya di Aceh, saya akan menyempatkan diri untuk datang ke mesjid yang bersejarah itu.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya tetap menghormati Malik Mahmud sebagai orang Aceh dan sebagai yang dimuliakan oleh dunia sebagai Walinya orang Aceh. Saya tidak memandang remeh ilmu pengetahuan beliau. Termasuk pengetahuan tentang agama.

Nah, untuk membuktikan bahwa Malik Mahmud bukanlah orang yang bodoh dalam ilmu agama, sudah sepatutnya beliau show ke publik tentang kemampuannya itu. Juga untuk mengobati rasa rindu rakyat seperti saya agar mendapatkan bimbingan dari wali yang selama ini telah membaktikan diri kepada rakyat Aceh.

Mungkin momentum Ramadhan ini perlu dipergunakan dengan sebaik-baiknya oleh Malik Mahmud untuk lebih dekat dengan rakyatnya. sehingga tidak ada lagi syak wasangka dan duga-duga yang salah dari rakyat kecil.

Diakhir tulisan ini saya kembali tegaskan, bahwa apa yang saya tulis tidaklah bermaksud untuk mengejek atau menggugat Yang Mulia. Namun anggaplah ini sebagai instrumen pengingat, agar saya dan rakyat lainnya yang peduli, tidak lagi bertanya, kemana Wali Nanggroe selama Ramadhan? Kami rindu beliau

No comments:

Post a Comment