Foto : Niken KDI Tampil Pada Piasan Seni Banda Aceh, Sabtu Malam 24 Agustus 2013 di Taman Sari.
Banda Aceh- Pentolan KDI 5, Niken tampil pada malam penutupan piasan seni Banda Aceh. Dalam penampilan kali ini, kekasih juru bicara Partai Aceh Fachrul Razi tersebut membawakan lagu berjudul Negeri Laskar Pelangi.
"Lagu tadi judulnya Negeri Laskar Pelagi. Lagu ini ditulis sendiri oleh Andrea Hirata," ujarnya.
Niken mengaku sangat senang bisa tampil dalam piasan seni kali ini. Piasan seni baginya merupakan ajang silaturahmi bagi para seniman di Aceh. "Tadi sempat jalan-jalan ke stan. Semuanya temen-temen jadi saling silaturahmi lagi," ungkapnya.
Baginya acara kumpul para seniman tahun ini jauh lebih bagus dan lebih berkembang. "Tahun lalu saya dapat internal magazine diabudpar ada piasan seninya. Dan malam ini jauh lebih bagus," ungkapnya
Sunday, August 25, 2013
Saturday, August 24, 2013
Pembangunan Lanjutan Jalan Lamno-Jantho Dianak Tirikan Oleh Era Gubernur Zaini Abdullah
* Salah seorang Tokoh Pemuda Lamno, Ipen Ld, Sabtu (24/8) melalui DiliputNews.com meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi sekarang untuk menyelesaikan terhadap kelanjutan pembangunan jalan provinsi lintas Lamno-Jantho
ACEH JAYA – Pembangunan jalan lintasan Lamno -Jantho, yang dirintis sejak tahun 2008 lalu hingga kini belum selesai dikerjakan. Meskipun beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh telah melanjutkan pembangunan jalan tersebut, namun pembangunan terkesan dianak tirikan.
Keberadaan jalan tersebut sangat dinantikan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Aceh sebagai jalan alternatif bila tiga gunung lintas Lamno-Banda Aceh terganggu yakni Gunong Geurutee, Gunong Kulu, dan Gunong Paro.
Sehingga dengan keberadaan jalan itu bisa memperlancarkan arus transportasi dan mempersingkat jarak tempuh serta dapat meningkatkan perekonomian dengan memudahkan pasarkan hasil pertanian.
”Jangan dianak tirikanlah pembangunan jalan itu,karena sewaktu-waktu dilintas Lamno longsor, bisa mengambil jalan alternatif Lamno-Jantho sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” pintanya.
Dikatakan Ipen, bukan saja penduduk Aceh Jaya saja, akan tetapi penduduk wilayah pantai barat selatan Aceh meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue yang akan menggunakan jalan itu untuk menuju ibukota Provinsi Aceh .
“Tidak ada keseriusan dari Pemerintah Aceh dalam membangun jalan itu,hingga saat ini jalan lintas lamno-jantho belum selesai,” ungkap ipen.
Ipen mengaku, jalan lintas Lamno-Jantho sepanjang 45 km, hanya sekitar 15 km lagi yang belum tembus. Pembangunan jalan Lamno – Jantho tersebut merupakan proyek multiyear dibangun mulai tahun 2008 dengan target bisa rampung pada tahun 2011. Namun kenyataan di lapangan pembangunannya hanya setahun saja dan tidak ada kelanjutannya lagi.
Padahal seluruh angota DPRA Aceh sudah sepakat untuk mengalokasikan dana untuk jalan tersebut baik Eksekutif dan legislatif sependapat bahwa jalan tersebut harus sudah tembus dan dilalui kendaraan pada akhir tahun 2014.
“DPRA sudah sepakat tentang dana yang dialokasikan,namun pembangunan jalan itu sangat terbilang lambat dan dianak tirikan,” jelasnya.
Menurut Ipen, jalan Jantho-Lamno memiliki nilai strategis tersendiri bagi masyarakat Aceh Besar, terutama Kota Jantho. Karena dengan adanya jalan tersebut, akan membuat ibu kota Aceh Besar yang saat ini bagaikan kota mati bisa hidup kembali dan aktivitas sektor perekonomian akan bisa berkembang.
”bagi warga aceh besar sendiri pastinya akan meraih rezeki kalau jalan itu sudah tembus dengan berjualan disepanjang jalan alternative itu” ujar Ipen.
Sementara bagi warga Barat Selatan Aceh akan cenderung melintasi jalan itu dari pada melewati via Geureutee yang kondisinya saat ini sudah cukup parah dan rawan longsor. Jalan sepanjang 42 kilometer tersebut direncanakan menjadi jalan alternatif jika sewaktu-waktu lintas Banda Aceh-Meulaboh yang melintasi Gunong Geureute, Gunong Kulu, dan Gunong Paro, terganggu
ACEH JAYA – Pembangunan jalan lintasan Lamno -Jantho, yang dirintis sejak tahun 2008 lalu hingga kini belum selesai dikerjakan. Meskipun beberapa waktu lalu, Pemerintah Aceh telah melanjutkan pembangunan jalan tersebut, namun pembangunan terkesan dianak tirikan.
Keberadaan jalan tersebut sangat dinantikan masyarakat wilayah Pantai Barat-Selatan Aceh sebagai jalan alternatif bila tiga gunung lintas Lamno-Banda Aceh terganggu yakni Gunong Geurutee, Gunong Kulu, dan Gunong Paro.
Sehingga dengan keberadaan jalan itu bisa memperlancarkan arus transportasi dan mempersingkat jarak tempuh serta dapat meningkatkan perekonomian dengan memudahkan pasarkan hasil pertanian.
”Jangan dianak tirikanlah pembangunan jalan itu,karena sewaktu-waktu dilintas Lamno longsor, bisa mengambil jalan alternatif Lamno-Jantho sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” pintanya.
Dikatakan Ipen, bukan saja penduduk Aceh Jaya saja, akan tetapi penduduk wilayah pantai barat selatan Aceh meliputi Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, dan Simeulue yang akan menggunakan jalan itu untuk menuju ibukota Provinsi Aceh .
“Tidak ada keseriusan dari Pemerintah Aceh dalam membangun jalan itu,hingga saat ini jalan lintas lamno-jantho belum selesai,” ungkap ipen.
Ipen mengaku, jalan lintas Lamno-Jantho sepanjang 45 km, hanya sekitar 15 km lagi yang belum tembus. Pembangunan jalan Lamno – Jantho tersebut merupakan proyek multiyear dibangun mulai tahun 2008 dengan target bisa rampung pada tahun 2011. Namun kenyataan di lapangan pembangunannya hanya setahun saja dan tidak ada kelanjutannya lagi.
Padahal seluruh angota DPRA Aceh sudah sepakat untuk mengalokasikan dana untuk jalan tersebut baik Eksekutif dan legislatif sependapat bahwa jalan tersebut harus sudah tembus dan dilalui kendaraan pada akhir tahun 2014.
“DPRA sudah sepakat tentang dana yang dialokasikan,namun pembangunan jalan itu sangat terbilang lambat dan dianak tirikan,” jelasnya.
Menurut Ipen, jalan Jantho-Lamno memiliki nilai strategis tersendiri bagi masyarakat Aceh Besar, terutama Kota Jantho. Karena dengan adanya jalan tersebut, akan membuat ibu kota Aceh Besar yang saat ini bagaikan kota mati bisa hidup kembali dan aktivitas sektor perekonomian akan bisa berkembang.
”bagi warga aceh besar sendiri pastinya akan meraih rezeki kalau jalan itu sudah tembus dengan berjualan disepanjang jalan alternative itu” ujar Ipen.
Sementara bagi warga Barat Selatan Aceh akan cenderung melintasi jalan itu dari pada melewati via Geureutee yang kondisinya saat ini sudah cukup parah dan rawan longsor. Jalan sepanjang 42 kilometer tersebut direncanakan menjadi jalan alternatif jika sewaktu-waktu lintas Banda Aceh-Meulaboh yang melintasi Gunong Geureute, Gunong Kulu, dan Gunong Paro, terganggu
MUI Tolak Ajang Miss World Di Indonesia
MUI Tolak Ajang Miss World Di Indonesia Pada September 2013 Nanti Karena Mempertontonkan Aurat Perempuan
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia menolak penyelenggaraan kontes Miss World yang akan digelar di Bali dan Jakarta, Indonesia, September nanti. Acara kontes ratu sejagat itu menghabiskan dana sangat besar sehingga dinilai mubazir.
"Pemilihan Miss World merupakan bentuk kontes kecantikan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, karena lebih menampilkan budaya negara lain, sehingga di mata masyarakat Indonesia terkesan merendahkan, melecehkan budaya bangsa seperti mempertontonkan aurat perempuan," ujar Ketua Bidang Kerjasama Internasional MUI Muhyidin Junaidi di kantornya,
Muhyidin menyebut Miss World cenderung menampilkan dan mempertontonkan perilaku kemewahan dan glamour. "Ini kontraproduktif di tengah masyarakat Indonesia dan dunia ketiga yang masih mengalami kesulitan ekonomi," ujar dia.
Ajang Miss World 2013 akan berlangsung pada 4-26 September 2013 di Jakarta dan Bali.
JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia menolak penyelenggaraan kontes Miss World yang akan digelar di Bali dan Jakarta, Indonesia, September nanti. Acara kontes ratu sejagat itu menghabiskan dana sangat besar sehingga dinilai mubazir.
"Pemilihan Miss World merupakan bentuk kontes kecantikan yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia, karena lebih menampilkan budaya negara lain, sehingga di mata masyarakat Indonesia terkesan merendahkan, melecehkan budaya bangsa seperti mempertontonkan aurat perempuan," ujar Ketua Bidang Kerjasama Internasional MUI Muhyidin Junaidi di kantornya,
Muhyidin menyebut Miss World cenderung menampilkan dan mempertontonkan perilaku kemewahan dan glamour. "Ini kontraproduktif di tengah masyarakat Indonesia dan dunia ketiga yang masih mengalami kesulitan ekonomi," ujar dia.
Ajang Miss World 2013 akan berlangsung pada 4-26 September 2013 di Jakarta dan Bali.
Truk Fuso Bermuatan 4 Ton Ganja Terguling
Truk Fuso Bermuatan 4 Ton Ganja Terguling di Simpang Beutong Pidie, Namun Polisi Kehilangan Jejak Supir Truk Tersebut Karena Berhasil Melarikan Diri
* Saat ini, Kasat menjelaskan, Polres Pidie akan melakukan penyelidikan, untuk mencari supir truk yang melarikan diri tersebut
Foto : Truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 28 Agustus 2013.
Sigli - Satu unit truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, persimpangan letter S tower, Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 24 Agustus 2013.
Truk ditemukan dalam keadaan ringsek berat dan telah ditinggalkan supirnya sekitar pukul 05.00 WIB. "Di lokasi ditemukan bercak darah, diduga sopir melarikan diri dengan kondisi luka berdarah," ujar Kasat Narkoba AKP Aiyub mewakili Kapolres Pidie AKBP Sunarya SIK.
AKP Aiyub mengatakan, barang bukti sekitar empat ton ganja telah dibawa ke Mapolres Aceh Besar. Menurutnya, truk pengangkut ganja itu adalah target dari Polres Aceh Besar.
Temuan itu, kata Aiyub, berawal dari penangkapan dua pengendara sepeda motor yang mengangkut 20 kilogram ganja dari arah Banda Aceh di kawasan Lamkabu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.
Lalu, kata dia, polisi mendapat informasi ada satu unit truk pengangkut ganja sedang melintas dari Banda Aceh menuju Medan.
Ternyata benar, di persimpangan leter S Simpang Beutong ditemukan truk terbalik dalam keadaan ringsek berat di sebelah kiri jalan. Di dalamnya ada sekitar empat ton ganja bersama karung yang berisi dedak pakan ternak.
Petugas dari Satuan Narkoba dan Satuan Lalu Lintas Polres Pidie, kata AKP Aiyub, tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, dan di sana sudah ada petugas dari Polres Aceh Besar.
"Kita telah berkoordinasi dengan Polres Aceh Besar dan menunggu petunjuk dari Dir Narkoba Polda Aceh tentang siapa yang akan mengeksekusi kasus itu," ujar AKP Aiyub
* Saat ini, Kasat menjelaskan, Polres Pidie akan melakukan penyelidikan, untuk mencari supir truk yang melarikan diri tersebut
Foto : Truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 28 Agustus 2013.
Sigli - Satu unit truk Fuso nomor polisi BK 8400 BU yang mengangkut empat ton ganja terbalik di Jalan Banda Aceh-Medan, persimpangan letter S tower, Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Sabtu 24 Agustus 2013.
Truk ditemukan dalam keadaan ringsek berat dan telah ditinggalkan supirnya sekitar pukul 05.00 WIB. "Di lokasi ditemukan bercak darah, diduga sopir melarikan diri dengan kondisi luka berdarah," ujar Kasat Narkoba AKP Aiyub mewakili Kapolres Pidie AKBP Sunarya SIK.
AKP Aiyub mengatakan, barang bukti sekitar empat ton ganja telah dibawa ke Mapolres Aceh Besar. Menurutnya, truk pengangkut ganja itu adalah target dari Polres Aceh Besar.
Temuan itu, kata Aiyub, berawal dari penangkapan dua pengendara sepeda motor yang mengangkut 20 kilogram ganja dari arah Banda Aceh di kawasan Lamkabu, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar.
Lalu, kata dia, polisi mendapat informasi ada satu unit truk pengangkut ganja sedang melintas dari Banda Aceh menuju Medan.
Ternyata benar, di persimpangan leter S Simpang Beutong ditemukan truk terbalik dalam keadaan ringsek berat di sebelah kiri jalan. Di dalamnya ada sekitar empat ton ganja bersama karung yang berisi dedak pakan ternak.
Petugas dari Satuan Narkoba dan Satuan Lalu Lintas Polres Pidie, kata AKP Aiyub, tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, dan di sana sudah ada petugas dari Polres Aceh Besar.
"Kita telah berkoordinasi dengan Polres Aceh Besar dan menunggu petunjuk dari Dir Narkoba Polda Aceh tentang siapa yang akan mengeksekusi kasus itu," ujar AKP Aiyub
Karnaval Pawai Di Banda Aceh
Foto : Karnaval HUT ke 68 RI di Banda Aceh Tadi Sore, Sabtu, 24 Agustus 2013 Di Banda Aceh
Banda Aceh - Ribuan warga Aceh memadati Bundaran Jalan T. Alaidinsyah depan Pendopo Gubernur, Sabtu usai siang, 24 Agustus 2013. Mereka menyaksikan pawai karnaval yang diselenggarakan Pemerintah Aceh merayakan HUT Kemerdekan RI ke-68.
Pantauan ATJEHPOSTcom, warga tumpah ruah menyesaki lintasan jalan tersebut. Sementara karnaval dimeriahkan semua instansi pemerintah, swasta, juga organisasi masyarakat di lingkungan Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh.
Karnaval diisi dengan penampilan menarik seperti mobil yang dihias dan dimodifikasi sedemikian rupa. Selain itu ada pula anak-anak SD,SMP dan SMA sederajat memakai baju kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Banda Aceh - Ribuan warga Aceh memadati Bundaran Jalan T. Alaidinsyah depan Pendopo Gubernur, Sabtu usai siang, 24 Agustus 2013. Mereka menyaksikan pawai karnaval yang diselenggarakan Pemerintah Aceh merayakan HUT Kemerdekan RI ke-68.
Pantauan ATJEHPOSTcom, warga tumpah ruah menyesaki lintasan jalan tersebut. Sementara karnaval dimeriahkan semua instansi pemerintah, swasta, juga organisasi masyarakat di lingkungan Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh.
Karnaval diisi dengan penampilan menarik seperti mobil yang dihias dan dimodifikasi sedemikian rupa. Selain itu ada pula anak-anak SD,SMP dan SMA sederajat memakai baju kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Kemunculan Buaya Di Kampung Lampageu, Kec. Peukan Bada Aceh Besar
Foto : Ilustrasi Buaya
ACEH BESAR - Warga Gampong Lampague, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar resah dengan kemunculan dua ekor buaya di rawa-rawa kampung itu. Mereka meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menangkapnya, untuk menghindari jatuhnya korban.
Sejumlah warga mengaku dalam beberapa hari terakhir sering melihat buaya itu muncul di rawa Ujong Pancu yang letaknya persis di ujung daratan Pulau Sumatera. Rawa yang letaknya sekira 15 meter dari laut itu berada di kaki gunung Ujong Pancu atau sekira dua kilometer dari permukiman warga.
Dahriani (25) warga Lampague mengatakan, dirinya terakhir kali melihat buaya itu muncul menjelang siang tadi. "Tadi ramai-ramai orang di sini, dia muncul di semak-semak itu. Kemarin juga kami melihatnya," katanya saat berbincang dengan Okezone di sekitar rawa
Mulanya terlihat hanya seekor dengan ukuran badan diperkirakan mencapai dua meter. Belakangan warga melihat ada seekor lagi dengan tubuh lebih kecil yang diduga anaknya muncul bersama sang induk. Buaya itu hanya muncul sebentar, kemudian kembali masuk ke semak-semak dalam rawa.
Dia menduga buaya itu selama ini bersembunyi di balik rawa-rawa dan hidup dengan memangsa binatang-binatang yang ada dalam rawa atau ayam-ayam mati yang dibuang ke rawa itu. Di samping rawa ini ada lokasi peternakan ayam, dimana penjaganya sering membuang ayam yang mati ke rawa itu.
Menurutnya selama ini aktivitas warga mencari nafkah di gunung dan melaut belum terpengaruh dengan kemunculan buaya. "Tetapi kami khawatir juga dengan keselamatan orang yang melintas dekat rawa ini, apalagi kalau sampai masuk ke kampung," ujarnya.
ACEH BESAR - Warga Gampong Lampague, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar resah dengan kemunculan dua ekor buaya di rawa-rawa kampung itu. Mereka meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera menangkapnya, untuk menghindari jatuhnya korban.
Sejumlah warga mengaku dalam beberapa hari terakhir sering melihat buaya itu muncul di rawa Ujong Pancu yang letaknya persis di ujung daratan Pulau Sumatera. Rawa yang letaknya sekira 15 meter dari laut itu berada di kaki gunung Ujong Pancu atau sekira dua kilometer dari permukiman warga.
Dahriani (25) warga Lampague mengatakan, dirinya terakhir kali melihat buaya itu muncul menjelang siang tadi. "Tadi ramai-ramai orang di sini, dia muncul di semak-semak itu. Kemarin juga kami melihatnya," katanya saat berbincang dengan Okezone di sekitar rawa
Mulanya terlihat hanya seekor dengan ukuran badan diperkirakan mencapai dua meter. Belakangan warga melihat ada seekor lagi dengan tubuh lebih kecil yang diduga anaknya muncul bersama sang induk. Buaya itu hanya muncul sebentar, kemudian kembali masuk ke semak-semak dalam rawa.
Dia menduga buaya itu selama ini bersembunyi di balik rawa-rawa dan hidup dengan memangsa binatang-binatang yang ada dalam rawa atau ayam-ayam mati yang dibuang ke rawa itu. Di samping rawa ini ada lokasi peternakan ayam, dimana penjaganya sering membuang ayam yang mati ke rawa itu.
Menurutnya selama ini aktivitas warga mencari nafkah di gunung dan melaut belum terpengaruh dengan kemunculan buaya. "Tetapi kami khawatir juga dengan keselamatan orang yang melintas dekat rawa ini, apalagi kalau sampai masuk ke kampung," ujarnya.
Anggota DPR Aceh Desak Pemerintah Aceh Segera Salurkan Beasiswa Anak Yatim / Piatu Dan Cairkan Dana Hibah Mesjid Di Aceh
“ Kami Juga Mendesak Gubernur Aceh Segera Cairkan dana hibah Mesjid Di Aceh, pembangunan dan Operasional masjid pun menjadi terhambat,” ungkap Jamaluddin T Muku.
BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh Jamaluddin T Muku mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan bantuan beasiswa kepada ribuan anak yatim piatu di provinsi itu.
“Kami mohon segera disalurkan. Anak-anak yatim piatu di daerah menanti bantuan beasiswa untuk sekolah dari Pemerintah Aceh,” ungkap Jamaluddin T Muku di Banda Aceh
Sebelumnya, Pemerintah Aceh mengalokasikan dana bantuan beasiswa dalam APBA 2013 sebesar Rp117,738 miliar. Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada 116.604 anak yatim piatu di Aceh.
Selain itu, Jamaluddin T Muku juga mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan dana hibah dan bantuan sosial lainnya. Sebab, tidak sedikit penerima dana hibah harus menghentikan aktivitasnya karena ketiadaan anggaran.
Seperti untuk masjid, sebut anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh itu, banyak masjid yang pembangunannya terhambat karena dana hibah dari Pemerintah Aceh belum disalurkan.
Kecuali itu, Jamaluddin T Muku juga mengajak Pemerintah Aceh melakukan efisiensi anggaran. Anggaran-anggaran yang dianggap boros harus dialihkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Seperti anggaran perjalanan dinas, terutama untuk anggota dewan. Kami menghitung anggaran ini terlalu boros. Sebaiknya dikurangi dan dialihkan untuk kepentingan langsung masyarakat,” kata Jamaluddin T Muku
BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh Jamaluddin T Muku mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan bantuan beasiswa kepada ribuan anak yatim piatu di provinsi itu.
“Kami mohon segera disalurkan. Anak-anak yatim piatu di daerah menanti bantuan beasiswa untuk sekolah dari Pemerintah Aceh,” ungkap Jamaluddin T Muku di Banda Aceh
Sebelumnya, Pemerintah Aceh mengalokasikan dana bantuan beasiswa dalam APBA 2013 sebesar Rp117,738 miliar. Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada 116.604 anak yatim piatu di Aceh.
Selain itu, Jamaluddin T Muku juga mendesak Gubernur Aceh segera menyalurkan dana hibah dan bantuan sosial lainnya. Sebab, tidak sedikit penerima dana hibah harus menghentikan aktivitasnya karena ketiadaan anggaran.
Seperti untuk masjid, sebut anggota Fraksi Partai Demokrat DPR Aceh itu, banyak masjid yang pembangunannya terhambat karena dana hibah dari Pemerintah Aceh belum disalurkan.
Kecuali itu, Jamaluddin T Muku juga mengajak Pemerintah Aceh melakukan efisiensi anggaran. Anggaran-anggaran yang dianggap boros harus dialihkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Seperti anggaran perjalanan dinas, terutama untuk anggota dewan. Kami menghitung anggaran ini terlalu boros. Sebaiknya dikurangi dan dialihkan untuk kepentingan langsung masyarakat,” kata Jamaluddin T Muku
Subscribe to:
Posts (Atom)






