Foto : Foto : Hujan membuat sebagian Banda Aceh tergenang air.
Banda Aceh - Hujan deras yang melanda Kota Banda Aceh membuat sejumlah ruas jalan tergenang air, Sabtu malam, 31 Agustus 2013.
Pantauan ATJEHPOSTcom hujan menguyur Banda Aceh hanya dalam hitungan puluhan menit terjadi sejak pukul 20.00 hingga 20.55 WIB. Namun sejumlah ruas jalan, seperti depan Barata, Jalan T Cut Ali (belakang Masjid Raya Baiturrahman-red) ikut tergenang air setinggi 20 centimeter.
Sejumlah warga tampak berteduh di pertokoan. Hingga berita ini diturunkan hujan masih mengguyur sebagian kota Banda Aceh.
Informasi yang dihimpun ATJEHPOSTcom dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan Banda Aceh dilanda hujan ringan dengan suhu berkisar antara 23 hingga 32 derajat celcius.
Sementara untuk esok hari, situs resmi milik pemerintah tersebut menyebutkan Banda Aceh akan dilanda hujan intensitas sedang dengan suhu mencapai 23 hingga 32 derajat celcius dan kelembaban mencapai 64 hingga 96 persen
Sunday, September 1, 2013
Mualem Buka Lomba Pacuan Kuda Tradisional Gayo Lues
Foto : Pacuan kuda di Gayo Lues
Gayo Lues - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem dijadwalkan membuka turnamen pacuan kuda di Gayo Lues, sekitar pukul 10.00 Wib pada Sabtu 31 Agustus 2013.
Turnamen itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 68 dan dipusatkan di Stadion Pacuan Kuda Buntul Nege, Blangkejeren. Turnamen pacuan kuda merupakan tradisi budaya di Gayo Lues yang hampir setiap tahunnya digelar.
Tahun ini, beberapa kabupaten seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah turut memeriahkan pacuan kuda tradisional tersebut selama sepekan.
Sedikitnya 85 ekor kuda diikutsertakan dalam lomba pacuan kuda tradisional di Gayo Lues, Sabtu 31 Agustus 2013. Turnamen itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke 68 yang diikuti oleh tiga kabupaten di dataran tinggi Gayo.
Ke 85 kuda yang diikutsertakan, 25 di antaranya berasal dari Bener Meriah, 25 dari Aceh Tengah, dan sisanya dari Gayo Lues. Pacuan kuda tradisional ini digelar setiap tahun dan mampu memikat wisatawan asing untuk berkunjung ke dataran tinggi Gayo
Gayo Lues - Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau kerap disapa Mualem dijadwalkan membuka turnamen pacuan kuda di Gayo Lues, sekitar pukul 10.00 Wib pada Sabtu 31 Agustus 2013.
Turnamen itu digelar dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 68 dan dipusatkan di Stadion Pacuan Kuda Buntul Nege, Blangkejeren. Turnamen pacuan kuda merupakan tradisi budaya di Gayo Lues yang hampir setiap tahunnya digelar.
Tahun ini, beberapa kabupaten seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah turut memeriahkan pacuan kuda tradisional tersebut selama sepekan.
Sedikitnya 85 ekor kuda diikutsertakan dalam lomba pacuan kuda tradisional di Gayo Lues, Sabtu 31 Agustus 2013. Turnamen itu digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke 68 yang diikuti oleh tiga kabupaten di dataran tinggi Gayo.
Ke 85 kuda yang diikutsertakan, 25 di antaranya berasal dari Bener Meriah, 25 dari Aceh Tengah, dan sisanya dari Gayo Lues. Pacuan kuda tradisional ini digelar setiap tahun dan mampu memikat wisatawan asing untuk berkunjung ke dataran tinggi Gayo
Alhamdulillah, Akhirnya Presiden SBY Setuju Penunjukan Malik Mahmud Menjadi Wali Nanggroe Aceh
Gubernur Aceh Zaini Abdullah : Alhamdulillah, Akhirnya Presiden SBY Setuju Penunjukan Malik Mahmud Menjadi Wali Nanggroe Aceh
"Demikian juga dengan Lembaga Wali Nanggroe, bahwa Tengku Malik Mahmud diberikan kepercayaan untuk menjadi pemersatu rakyat Aceh yang bijak, Penuh Agamis dan amanah dalam menjaga perdamaian Aceh,” kata Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono
Foto : Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Presiden SBY
Jakarta- Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono menjamu Gubernur Aceh Zaini Abdullah di ruang kerjanya pada Jumat, 31 Agustus 2013. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah poin penting termasuk implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh sebagai turunan perjanjian MoU Helsinki antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka.
“Saya telah menangani peace (damai) proses ini sebelum saya menjadi Presiden dan sebelum MoU Helsinki ditandatangani. Untuk ini saya berkomitmen dalam menyelesaikan keseluruh proses ini sebelum masa jabatan saya berakhir," ujar Presiden SBY seperti
Sebagai orang yang terlibat langsung dalam perdamaian Aceh, SBY mempercayakan Malik Mahmud yang kini menjabat sebagai pemangku Wali Nanggroe untuk memimpin Lembaga Wali Nanggroe.
Selain itu, Presiden SBY mengatakan akan menghadiri pengukuhan Wali Nanggroe dalam Sidang Istimewa Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang akan digelar September 2013 mendatang.
"Demikian juga dengan Lembaga Wali Nanggroe, bahwa Tengku Malik Mahmud diberikan kepercayaan untuk menjadi pemersatu rakyat Aceh yang bijak, Penuh Agamis dan amanah dalam menjaga perdamaian Aceh,” kata Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono
Foto : Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Presiden SBY
Jakarta- Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono menjamu Gubernur Aceh Zaini Abdullah di ruang kerjanya pada Jumat, 31 Agustus 2013. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah poin penting termasuk implementasi Undang-Undang Pemerintahan Aceh sebagai turunan perjanjian MoU Helsinki antara RI dengan Gerakan Aceh Merdeka.
“Saya telah menangani peace (damai) proses ini sebelum saya menjadi Presiden dan sebelum MoU Helsinki ditandatangani. Untuk ini saya berkomitmen dalam menyelesaikan keseluruh proses ini sebelum masa jabatan saya berakhir," ujar Presiden SBY seperti
Sebagai orang yang terlibat langsung dalam perdamaian Aceh, SBY mempercayakan Malik Mahmud yang kini menjabat sebagai pemangku Wali Nanggroe untuk memimpin Lembaga Wali Nanggroe.
Selain itu, Presiden SBY mengatakan akan menghadiri pengukuhan Wali Nanggroe dalam Sidang Istimewa Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang akan digelar September 2013 mendatang.
PA Sagoe Madat Bantah Caleg DPRA Mereka (Usman) Berijazah Palsu Dari Dayah Darussa’dah Idi Cut
* Yang bersangkutan memang pernah menjalani pendidikan di dayah dan juga mengikuti ujian seperti juga dengan santri lainnya. “Jadi, keberatan mereka sangat tidak beralasan, dan laporan ini sangat tidak masuk akal,” kata Sulaiman
LANGSA - Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh (PA) Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur membantah laporan tiga warga yang mengaku kader PA bahwa caleg DPRA dari daerah pemilihan enam, Usman, menggunakan ijazah palsu.
“Setelah kami mengecek ke Dayah Darussa’dah Idi Cut, ternyata ijazah Usman asli,” ungkap Wakil Ketua DPS PA Madat, Dahri Sulaiman kepada Serambi Jumat (30/8), menanggapi pemberitaan tiga orang yang mengaku kader PA mendatangi kantor Bawaslu Aceh untuk mengadukan keberatannya atas seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh yang masuk DCT di dapil enam dengan nomor urut dua atas dugaan pemalsuan ijazah.
Menurut Dahri, pihak Dayah Darussa’dah sudah menyatakan bahwa ijazah tersebut adalah asli. “Pengurus dayah menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum, karena ijazah ini adalah legal,” tegas Dahri mengutip seorang pengurus dayah di Teupin Raya, Idi Cut, ini.
Ketua Bawaslu Aceh Asqalani kepada Serambi, Senin (26/8) mengatakan, tiga pria yang mengaku kader PA Aceh Timur mendatangi kantor Bawaslu Aceh untuk mengadukan keberatannya atas seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh yang masuk DCT di dapil enam dengan nomor urut dua atas dugaan pemalsuan ijazah.
Mereka adalah, Munawir, warga Gampong Lueng Sa Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Marzuki ben Ramli, warga Gampong Pantee Merbo Kecamatan Madat, dan Muhammad Darwin, warga Gampong Lhok Seuntang Kecamatan Julok Cut, Kabupaten Aceh Timur.
LANGSA - Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Partai Aceh (PA) Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur membantah laporan tiga warga yang mengaku kader PA bahwa caleg DPRA dari daerah pemilihan enam, Usman, menggunakan ijazah palsu.
“Setelah kami mengecek ke Dayah Darussa’dah Idi Cut, ternyata ijazah Usman asli,” ungkap Wakil Ketua DPS PA Madat, Dahri Sulaiman kepada Serambi Jumat (30/8), menanggapi pemberitaan tiga orang yang mengaku kader PA mendatangi kantor Bawaslu Aceh untuk mengadukan keberatannya atas seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh yang masuk DCT di dapil enam dengan nomor urut dua atas dugaan pemalsuan ijazah.
Menurut Dahri, pihak Dayah Darussa’dah sudah menyatakan bahwa ijazah tersebut adalah asli. “Pengurus dayah menyatakan siap bertanggung jawab secara hukum, karena ijazah ini adalah legal,” tegas Dahri mengutip seorang pengurus dayah di Teupin Raya, Idi Cut, ini.
Ketua Bawaslu Aceh Asqalani kepada Serambi, Senin (26/8) mengatakan, tiga pria yang mengaku kader PA Aceh Timur mendatangi kantor Bawaslu Aceh untuk mengadukan keberatannya atas seorang calon anggota legislatif (caleg) DPR Aceh yang masuk DCT di dapil enam dengan nomor urut dua atas dugaan pemalsuan ijazah.
Mereka adalah, Munawir, warga Gampong Lueng Sa Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Marzuki ben Ramli, warga Gampong Pantee Merbo Kecamatan Madat, dan Muhammad Darwin, warga Gampong Lhok Seuntang Kecamatan Julok Cut, Kabupaten Aceh Timur.
Pertamina Incar Sumber Daya Panas Bumi ( Geothermal ) Gunung Seulawah Agam, Aceh Besar
Foto : Ilustrasi Tenaga Panas Bumi
BANDA ACEH - Jika selama ini Pertamina identik dengan migas (minyak dan gas), kemungkinan ke depan perusahaan milik negara tersebut akan menggarap proyek geothermal (panas bumi) sebagai sumber energi listrik. Kemungkinan ke arah itu semakin terbuka karena Pertamina menempati ranking teratas pada lelang proyek geothermal Seulawah Agam, Aceh Besar, menyisihkan tiga perusahaan lainnya, termasuk PT PLN.
Dari empat perusahaan yang ikut tender proyek listrik panas bumi Seulawah pada Desember 2010, Pertamina menduduki ranking teratas dalam penilaian panitia tender," kata Kadistamben Aceh, Ir Said Ikhsan didampingi Sekretaris Panitia Tender Proyek Listrik Panas Bumi Seulawah Agam, Ir T Syakur kepada Serambi, Jumat (30/8). Mengenai eksplorasi, menurut Said menunggu penetapan Gubernur Aceh.
Said Ikhsan menjelaskan, tahapan pelelangan proyek geothermal Seulawah sudah masuk tahap evaluasi akhir terhadap perusahaan yang akan menjadi calon pelaksana proyek tersebut.
Awalnya, kata Said Ikhsan, ada lima perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti tender bebas eksplorasi geothermal Selawah. Namun, dalam perjalanannya, satu perusahaan mundur dalam tahapan prakualifikasi. Yang tinggal adalah Pertamina, PLN, Chevron, dan Toba Sejahtera.
BANDA ACEH - Jika selama ini Pertamina identik dengan migas (minyak dan gas), kemungkinan ke depan perusahaan milik negara tersebut akan menggarap proyek geothermal (panas bumi) sebagai sumber energi listrik. Kemungkinan ke arah itu semakin terbuka karena Pertamina menempati ranking teratas pada lelang proyek geothermal Seulawah Agam, Aceh Besar, menyisihkan tiga perusahaan lainnya, termasuk PT PLN.
Dari empat perusahaan yang ikut tender proyek listrik panas bumi Seulawah pada Desember 2010, Pertamina menduduki ranking teratas dalam penilaian panitia tender," kata Kadistamben Aceh, Ir Said Ikhsan didampingi Sekretaris Panitia Tender Proyek Listrik Panas Bumi Seulawah Agam, Ir T Syakur kepada Serambi, Jumat (30/8). Mengenai eksplorasi, menurut Said menunggu penetapan Gubernur Aceh.
Said Ikhsan menjelaskan, tahapan pelelangan proyek geothermal Seulawah sudah masuk tahap evaluasi akhir terhadap perusahaan yang akan menjadi calon pelaksana proyek tersebut.
Awalnya, kata Said Ikhsan, ada lima perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti tender bebas eksplorasi geothermal Selawah. Namun, dalam perjalanannya, satu perusahaan mundur dalam tahapan prakualifikasi. Yang tinggal adalah Pertamina, PLN, Chevron, dan Toba Sejahtera.
Aceh Jaya dan Aceh Selatan Buka Penerimaan CPNS 2013
* Aceh Jaya 60 Formasi, Aceh Selatan 30 Formasi Lowongan CPNS
Calang - Pemkab Aceh Jaya, tahun 2013 diperkirakan menerima sekitar 60 orang CPNS, tetapi kepastian jatah itu masih menunggu surat resmi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan BR).
“Formasi yang diberikan ke kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu kuota formasi diberikan sekitar 60-an orang yang akan diterima,” kata Sekda Aceh Jaya, Drs T Irfan TB kepada Serambi, Jumat (30/8) kemarin.
Ia mengatakan, pada saat pengusulan untuk CPNS formasi umum, Aceh Jaya meminta sekitar 100 orang, namun menurutnya yang disetujui sekitar 60-an orang lebih dan resminya masih menunggu surat dari Kemenpan. Formasi yang akan diterima menurut T Irfan yakni, tenaga kependidikan, tenaga medis dan tenaga adminstrasi. “Secara resmi berapa jumlah menunggu surat dari Mempan. Sedangkan proses penerimaan dipastikan akan dilakukan serentak dengan kabupaten lain,” ujar Irfan.
Aceh Barat tak Terima
Sementara itu, Kabupaten Aceh Barat untuk tahun 2013 ini fokus pada penyelesaian prosesn tenaga honorer kategori satu (K-1) dan Kategori Dua (K-2) di lingkupa kabupaten tersebut.
Formasi Aceh Selatan
Kepala Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Aceh Selatan, Fakhruddin S.Sos saat ditanyai Serambi kemarin mengatakan,
Tak harus putra daerah
Fakhruddin juga mengatakan, peserta dari luar Aceh nantinya akan membuat fakta integritas yang isinya tidak akan meminta pindah dari Aceh Selatan setelah lulusn menjadi CPNS tahun 2013. Hal itu menurutnya perlu dibuat supaya nantinya setelah lulus CPNS di Aceh Selatan yang bersangkutan tidak ada alasan untuk minta pindah.
Sementara itu, Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH menegaskan, pada rekrutmen CPNS tahun 2013 ini Pemkab Aceh Selatan tidak membatasi harus putra/putri daerah, namun rekrutmen tersebut terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. “Rekrutmen ini terbuka untuk seluruh warga Indonesia. Kalau syarat dan kriterianya terpenuhi silahkan ikut, karena yang dinilai bukan asalnya, namun kemampuan,” jelasnya.
Formasi di Aceh Selatan
* 1 orang Spesialis THT
* 1 orang Patologi Klinik
* 1 orang Radiologi
* 1 orang Rehab Medik
* 2 orang Spesialis Mata
* 2 orang S1 Keperawatan Profesi
* 4 orang Teknik Pendidikan Otomotif
* 2 orang untuk SMKN Kluet Selatan
* 2 orang untuk SMKN Meukek
* 9 orang S1 Pendidikan Teknik Informatika
* 3 orang S1 Pendidikan Akuntansi
* 1 orang S1 Pendidikan Teknik Sipil
* 2 orang S1 Pendidikan Teknik Mesin
Calang - Pemkab Aceh Jaya, tahun 2013 diperkirakan menerima sekitar 60 orang CPNS, tetapi kepastian jatah itu masih menunggu surat resmi dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan BR).
“Formasi yang diberikan ke kita dalam pertemuan beberapa waktu lalu kuota formasi diberikan sekitar 60-an orang yang akan diterima,” kata Sekda Aceh Jaya, Drs T Irfan TB kepada Serambi, Jumat (30/8) kemarin.
Ia mengatakan, pada saat pengusulan untuk CPNS formasi umum, Aceh Jaya meminta sekitar 100 orang, namun menurutnya yang disetujui sekitar 60-an orang lebih dan resminya masih menunggu surat dari Kemenpan. Formasi yang akan diterima menurut T Irfan yakni, tenaga kependidikan, tenaga medis dan tenaga adminstrasi. “Secara resmi berapa jumlah menunggu surat dari Mempan. Sedangkan proses penerimaan dipastikan akan dilakukan serentak dengan kabupaten lain,” ujar Irfan.
Aceh Barat tak Terima
Sementara itu, Kabupaten Aceh Barat untuk tahun 2013 ini fokus pada penyelesaian prosesn tenaga honorer kategori satu (K-1) dan Kategori Dua (K-2) di lingkupa kabupaten tersebut.
Formasi Aceh Selatan
Kepala Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Aceh Selatan, Fakhruddin S.Sos saat ditanyai Serambi kemarin mengatakan,
Tak harus putra daerah
Fakhruddin juga mengatakan, peserta dari luar Aceh nantinya akan membuat fakta integritas yang isinya tidak akan meminta pindah dari Aceh Selatan setelah lulusn menjadi CPNS tahun 2013. Hal itu menurutnya perlu dibuat supaya nantinya setelah lulus CPNS di Aceh Selatan yang bersangkutan tidak ada alasan untuk minta pindah.
Sementara itu, Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra SH menegaskan, pada rekrutmen CPNS tahun 2013 ini Pemkab Aceh Selatan tidak membatasi harus putra/putri daerah, namun rekrutmen tersebut terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. “Rekrutmen ini terbuka untuk seluruh warga Indonesia. Kalau syarat dan kriterianya terpenuhi silahkan ikut, karena yang dinilai bukan asalnya, namun kemampuan,” jelasnya.
Formasi di Aceh Selatan
* 1 orang Spesialis THT
* 1 orang Patologi Klinik
* 1 orang Radiologi
* 1 orang Rehab Medik
* 2 orang Spesialis Mata
* 2 orang S1 Keperawatan Profesi
* 4 orang Teknik Pendidikan Otomotif
* 2 orang untuk SMKN Kluet Selatan
* 2 orang untuk SMKN Meukek
* 9 orang S1 Pendidikan Teknik Informatika
* 3 orang S1 Pendidikan Akuntansi
* 1 orang S1 Pendidikan Teknik Sipil
* 2 orang S1 Pendidikan Teknik Mesin
Gubernur Aceh Zaini Abdullah Bertemu SBY Untuk Bahas Qanun Bendera Aceh
* Gubernur Aceh : Bendera Aceh Bukan yang Perlu Diperdebatkan Lagi, Pak Presiden SBY Juga Akan Berkenan Hadir Membuka Pekan Kebudayaan Aceh 20 September 2013 Mendatang Di Banda Aceh
JAKARTA - Gubernur Aceh Abdullah Zaini memberikan sinyal sudah ada kesepakatan dengan pemerintah pusat soal qanun. Sebab dia sudah tidak ingin memperdebatkan hal itu.
Zaini sore ini bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Jumat (30/8) sore di Kantor Presiden Jakarta. Pada pertemuan itu, Zaini didampingi oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.
Zaini mengatakan pada pertemuan itu, dia mengundang Presiden SBY untuk datang ke Aceh menghadiri pekan budaya di sana. Kata dia Presiden SBY berkenan hadir.
"Terkait dengan pekan kebudayaan Aceh, berkenaan hadir. Dan itu sangat kami harapkan hadir kedatangannya 20 september," jelas Zaini.
Subscribe to:
Posts (Atom)






